Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi atau yang akrab di sapa TGB Membuka kegiatan “Youth Camp Lombok for Peace Leaders” yang di gelar di kawasan Pantai Klui, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Senin (22/1/2018).
Kegiatan yang diselenggarakn melalui kerja sama Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta dengan Nusatenggara Centre NTB tersebut diikuti sekitar 200 mahasiswa dari 78 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia. Turut hadir Direktur Nusatenggara Centre Prof. Dr. Suprapto, M.Ag., Prof. Fuad Jabali dari PPIM UIN Jakarta, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.
Dalam sesi Majelis Harmoni bertema ”Islam Rahmatan lil Alamin”, TGH. Muhammad Zainul Majdi menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perdamaian. Menurutnya, kekerasan yang mengatasnamakan agama sering kali berakar pada pemahaman keagamaan yang kurang tepat. Padahal Islam mengajarkan kedamaian, keterbukaan, dan penghormatan terhadap sesama.
Ia menilai, membangun silaturahmi dan dialog dengan pemeluk agama lain merupakan bagian penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis. Interaksi yang positif juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan Islam sebagai agama yang menjunjung nilai perdamaian dan kemanusiaan.
Sementara itu, Prof. Dr. Suprapto menyampaikan bahwa radikalisme, ekstremisme, terorisme, dan kekerasan berbasis agama masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius. Kalangan pemuda, termasuk pelajar, santri, dan mahasiswa, dinilai menajdi kelompok yang cukup rentan terhadap penyebaran ideologi radikal.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa di dorong untuk memperkuat pemahaman keislaman yang moderat, mengembangkan sikap toleran, serta mengambil peran aktif dalam membangun perdamaian di tengah masyarakat.



No responses yet